Tafsir Quran Surat Ibrahim [14] : 24-27


Salam ..



          Didalam tafsir Al-Qurthubi (Al-Qurthubi, 2009, hal. 850) dan tafsir Al-Misbah (Shihab, 2002, hal. 53) bahwa menerangkan ayat yang lalu memberi perumpamaan tentang amal-amal orang kafir, yakni debu yang ditiup angin yang keras dan dihempaskan angin pada saat terjadi badai. Tidak senada dengan tafsir Al-Maragi (Al-Maragi, 1992, hal. 279) dalam ayat terdahulu Allah telah menjelaskan keadaan orang-orang durhaka, kesudahan mereka dan berbagai kesusahan didalam neraka yang mereka tidak dapat menyelamatkan diri daripadanya.
Setelah Allah merumpamakan didalam firman-Nya perumpamaan pada orang-orang kafir, kini saatnya perumpamaan bagi orang-orang mukmin didalam Surat Ibrahim ayat 24, maka penjelasan tafsir Al-Misbah (Shihab, 2002, hal. 53), tafsir Al-Qurthubi (Al-Qurthubi, 2009, hal. 851), tafsir Ibnu Katsir (Abdullah, 2004, hal. 538), tafsir Al-Maragi (Al-Maragi, 1992, hal. 278) dan tafsir Fi Zilalil Quran (Sayyid, 2008, hal. 96) bahwa mengumpamakan orang-orang mukmin dalam ayat ini yaitu Pohon yang baik yang selalu mengeluarkan Kalimat yang baik yaitu La Ilaaha Illallah.
Penjelasan lebih jelasnya bahwa maksud kalimat yang baik yakni Keimanan dan Pohon yang baik yakni orang-orang mukmin, maka tafsir Ibnu Katsir (Abdullah, 2004, hal. 538) Perumpamaan kalimat yang baik yaitu kalimat Laa ilaaha illallah seperti pohon yang baik yang selalu ada didalam hati orang mukmin. Lebih diperjelas pada tafsir Al-Qurthubi (Al-Qurthubi, 2009, hal. 850-851) bahwa disebutkan Kalimat yang baik adalah Laa Ilaaha Illallah dan pohon yang baik adalah orang yang beriman, dimana makna asal kalimat itu adalah sesuatu yang terdapat didalam hati orang-orang mukmin, yaitu keimanan.
Setelah Allah merumpamakan orang-orang mukmin dan orang-orang mkmn itu akan? maka ayat berikutnya Allah menjelaskan didalam tafsir Fi Zilali Quran (Sayyid, 2008, hal. 96), tafsir Al-Qurthubi (Al-Qurthubi, 2009, hal. 856) dan tafsir Al-Misbah (Shihab, 2002, hal. 54) bahwa makna dari pohon yang berbuah setiap musim yaitu ketika manusia menanamkan dalam hatinya sebuah keimanan maka akan selalu ada dalam dirinya keteguhan hati, kekokohan hati, kekuatan hati terhadap tuhan yang maha esa, tidak ada yang menyerupai Dia, tidak menyekutukan Allah maka ketika ada pengaruh-pengaruh yang jahil, hati seorang mukmin tidak akan tergoyahkan.
Tidak hanya perumpamaan bagi orang-orang mukmin saja, meskipun Allah didalam ayat-ayat terdahulu sudah menjelaskan perumpamaan orang-orang kafir yang diibaratkan debu, maka ayat berikutnya Allah merumpamakan kembali, dalam tafsir Ibnu Katsir (Abdullah, 2004, hal. 539) kalimat yang buuk merupakan perbuatan kekufuran yang seperti pohon yang buruk yakni orang-orang kafir dimana perumpamaan kekafiran orang kafir yang tidak memiliki dasar dan tidak mempunyai keteguhan bagaikan pohon al-hanzhal yang buahnya pahit dan menyebabkan mencret atau juga dinamakan asy-syaryan yang telah dicabut dengan akar-akarnya.
Kemudian, ayat berikutnya Allah menjadikan orang-orang mukmin tersebut mempunyai perbedaan tersendiri dibanding orang-orang kafir yakni didalam tafsir Al-Misbah (Shihab, 2002, hal. 56) yakni kalimah yang baik sepeti pohon yang baik kalau masuk ke hati, sehingga mereka selalu konsisten menghadapi segala ujian dan cobaan didunia dan akhirat. Tidak senada dengan tafsir Al-Qurthubi (Al-Qurthubi, 2009, hal. 859) bahwa orang-orang yang mukmin akan meneguhkan hatinya dengan keimanan, ketika apapun kapan pun dan dimana pun mereka terus teguh dalah keimaanannya, maka ketika didalam kuburan ditanya oleh malaikat, “Siapa Tuhan-Mu? Maka orang-orang mukmin itu menjawab “Tuhanku adalah Allah”, itulah jawaban orang-orang yang mukmin yang selalu dalam hatinya keteguhan keimanan. Begitulah Allah yang maha Adil dan Hakim.

Penulis:
Mahasiswa Ilmu Pendidikan Agama Islam
Universitas Pendidikan Indonesia
Kota Bandung

No comments:

Post a Comment